Rabu, 06 Januari 2010

KEBUDAYAAN SUKU BATAK

1.Kebudayaan Batak
Daerah persebaran suku bangsa Batak meliputi daerah pegunungan di Sumatra Utara. Sebelah utara berbatasan dengan Nangroe Aceh Darusalam, sebelah selatan berbatasan dengan propinsi Riau dan Sumatra Barat.
Suku bangsa Batak yang mendiami wilayah tersebut adalah Batak Karo, Batak Pak-pak, Batak Simalungun, Batak Toba, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.
a.Sistem Religi dan kepercayaan
Kehidupan religi masyarakat Batak dipengaruhi beberapa agama. Agama Islam telah masuk awal abad ke-19 yang dibawa olah orang Minangkabau, dianut sebagian besar suku bangsa Batak bagian selatan, seperti Batak Mandailing dan Angkola. Agama Kristen disiarkan ke daerah Toba dan Simalungun oleh organisasi penyeiar dari Jerman dan Belanda sekitar tahun 1863, terutama Batak Karo. Selai kedua agama tersebut, orang Batak juga mempunyai kepercayaan animisme, bahwa alam beserta isinya diciptakan oleh “Debata Mulajadi, Na Bolon(Toba) atau Dibata Kaci-kaci(Karo)

Pancaran kekuasaan terwujud dalam Debata Natolu yaitu Siloan Na Bolon(Toba) atau Tuan Paduka Ni Aji(Karo), penguasa yang lain :
1.Sinimataniari penguasa matahari
2.Beru Dayang penguasa bulan dan pelangi
3.Pare Na Bolon pengatur setiap penjuru mata angin
4.Debata Mulajadi, Na Bolon mengatur gejala-gejala alam seperti hujan dan kematian.

Masyarakat Batak juga mengenal tiga konsep jiwa dan roh yaitu:
1.Tondi adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan. Tondi diterima sewaktu seseorang dalam rahim ibu. Jika Tondi keluar seseorang akan sakit dan mati.
2.Sahala adalah kekuatan yang menentukan hidup seseorang yang didapatkan bersama tondi sewaktu masih dalam kandungan. Sahala atau roh setiap orang kekuatannya tidak sama.
3.Begu adalah tondi yang telah meninggal. Begu dapat bertingkah laku sebagaimana manusia, ada yan baik dan ada yang jahat.

Supaya tidak mengganggu, begu diberi sesajen. Orang Batak mengenal beberapa macam begu, yaitu :
1.Batara Guru / Begu Perkakun Jabu yaitu dari bayi yang meninggal waktu masih dalam kandungan.
2.Bicara Guru yaitu anak yang meninggal sebelum tumbuh gigi
3.Begu Mate Sada Wari yaitu begu orang yang meninggal secara tidak wajar
4.Mate Kayat-kayatan yaitu begu orang yang mati muda
Beberapa Begu yang disegani:
1.Sombaon yaitu begu yang bertempat tinggal di hutan rimba/pegunungan
2.Solobean yaitu begu yang penguasa di tempat-tempat tertentu di Toba
3.Silan yaitu begu yang menempati pohon-pohon besar/batu-batu besar
4.Begu Ganjang yaitu begu yang sangat ditakuti karena dipelihara dan digunakan membinasakan orang lain

b.Sistem kekerabatan
Orang Batak menghitung hubungan berdasarkan prinsip keturunan “Patrilinial” yaitu kekerabatan ditarik dari garis keturunan ayah dengan dasar satu ayah satu kakak dan satu nenek moyang.
Perhitungan hubungan berdasarkan satu ayah disebut Sada Bapa(Karo) atau Saoma(Toba). Kelompok kekerabatan terkecil yaitu keluarga Batih atau Rips (Toba), Jabu(Karo).kelompok kekerabatan besar disebut Marga(Toba), Merga(Karo). Marga/Merga dapat berarti Klan.
Perkawinan suku Batak merupakan suatu pranata yang tidak hanya mengikat laki-laki dan antara pihak keluarga laki-laki(peranak-Toba, sepempokan-Karo) dan kaum kerabat si wanita (parboru-Toba, sinereh-Karo). Seorang laki-laki tidak bebas memilih jodoh.
1.Perkawinan ideal bagi masyarakat Batak adalah seorang laki-laki mengambil salah seorang putrid saudara laki-laki ibunya sebagai istri.
2.Hula-hula adalah kelompok pemberi gadis(orang tua dari pihak istri)
3.Boru adalah kelompok penerima gadis(orang tua dari pihak suami)
Seorang pria dan wanita tidak boleh kawin dengan orang semarga karena dianggap bersaudara. Sistem perkawinan semacam itu disebut Conobium asimetris.

c.Sistem kesenian
1.Seni Bangunan : rumah adat Jabu(Toba) berbentuk rumah panggung
2.Seni Tari :tarian terkenal Tor-tor
3.Seni Kerajinan : kain ulos

d.Sistem politik
Secara umumkepemimpinan pada masyarakat Batak terbagi dalam tiga bidang:
1. bidang adat
Meliputi persoalan perkawinan, perceraian, kematian, penyelesaian perselisihan, kelahiran anak dsb. Kepemimpinan tidak berada dalam satu tangan seorang tokoh tetapi merupakan suatu musyawarah dari Sangkep Sitelu
2. bidang pemeritahan
Dipegang oleh seorang dari turunan tetua Marga Taneh. Kepala Hula disebut Panghulu, Kepala Urung disebut Raja Urung dan Sibajak untuk bagian kerajaan. Anak-anak lelaki tertua berhak menjadi pemimpin(jabatan turun temurun). Selain menjalankan pemerintahan juga menjalankan tugas peralihan yaitu menghulu dan memimpin sidang di Bale Huta dan Raja Urung. Peradilan tertinggi adalah Bale Raja Girempat yang merupakan sidang dari kelima Sibayak yang ada ditanah Karo.
3. bidang agama
Agama Islam dipegang oleh kiai atau ustad, sedang agama Kristen protestan dan katolik oleh pendeta dan pastor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar